GRANADA yang merupakan singkatan dari “Generasi Anak Andalusia” adalah sebuah nama komunitas siswa Kelas III MTs Al Falahiyah Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban angkatan tahun 1425 H/ 2004 M. yang pada saat itu tangah mendalami ilmu Gramatikal Arab yang sudah tidak asing lagi di penjuru dunia yaitu Alfiah karangan Syekh Ibnu Malik. Nama Granada itu sendiri diambil dari sebuah nama kota/kerajaan di Andalusia Spanyol yang pada saat itu terbukti telah mampu mempertahankan sendi sendi nilai keislaman selama beratus ratus tahun lamanya. Sebuah fakta yang tak terbantahkan jauh sebelum runtuhnya dominasi islam pada abad XI di kota Kordoba yang dimulai sejak abad V H, tahun tahun pertama bertapatan dengan abad XI M, membawa benih benih beracun ke Andalusia Islam. Dua bangunan megah sisa peninggalan masa keemasan Islam di Spanyol, Istana Al Hambra dan masjid Kordoba yang sampai kini masih berdiri apik dan bisa dilihat, bangunan tersebut sebagai bukti betapa Islam ikut menyandarkan para generasi Spanyol masa sekarang yang pernah hadir membawa perpustakaan islam , dan sejarahnya syarat dengan study dan kisah tentang lembaran sejarah kita yang cemerlang dan meletakkan perubahan perubahan besar di benua Eropa.


Kebenaran itu juga diakui oleh para sarjana barat diantaranya Gustave E. Libon ia mengatakan pada hakikatnya pemerintah umayyah di Suriyah menandai masa pertumbuhan Islam. Peradaban Islam yang paling gemilang tercapai dalam masa pemerintahan Abbasiyah di Baghdad (750-1258 M) dan masa pemerintahan Islam di kordoba Spanyol (755-1429 M) ketika orang Eropa dalam kebiadaban, Baghdad dan Kordoba muncul sebagai pusat peradaban islam yang menerangi dunia “Jalques Erieslen” mengatakan hanya dalam waktu lima ratus tahun islam telah menguasai dunia dengan kekuasaan, pengetahuan dan peradaban yang tinggi. Para ulama dan umat Islam terus mengembangkan, sampai islam mengalami kemajuan mengesankan selama periode itu (abad pertangahan) melalui orang - orang kreatif seperti Al Kindi, Al Farabi, Ibnu Sinan, Ibdu Sina (Avicenna), Al Mas’udi, At Tabari, Al Ghozali, Nashir Khusru, Omar Khayyam, dan lain lain. Pengetahuan Islam telah melakukan investigasi dalm ilmu kedokteran, matematika, geografi, bahkan sejarah dan dibidang bahasa dan sastra terdapat ulam agung yang turut menghias hazanah keilmuan dunia dalam bidang ilmu nahwu dan shorof (Gramatikal Arab) satu study yang menjadi teks book bagi para pelajar pesantren dan university di penjuru dunia islam. Beliau adalah Syekh Ibnu Malik. Al Khulashoh itulah nama kitab yang menjadi superior dan mendapat posisi penting diantara banyak karya dibidangnya, dengan melewati berbagai tahapan dan alasan praktis dan terkenal dengan sebutan Alfiyah yang menjadi maha karyanya.


Kemudian dalam perjalanannya nama komunitas Granada itu sendiri berubah menjadi Grafity ( Granada Kreatif Imajenatif ) yakni tepatnya disaat komunitas ini telah menamatkan jenjang Aliyah di pondok pesantren Langitan pada tahun 2007 M.

Itulah sekilas tentang latar belakang pemakaian nama Granada dan Grafity untuk komunitas ini, yang tak lain ide tersebut muncul karena kami terobsesi dan terinspirasi pada kota Granada sebagai symbol pergerakan sendi sendi keislaman yang memancar di penjuru alam pada waktu itu, dan juga sebagai perwujudan diri untuk meneruskan nafas perjuangan sang Muallif dan tokoh - tokoh jenius islam lainnya.

Posted on 19.58 by GRANADA GRAFITY and filed under | 1 Comments »